| Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung Barat (KBB) berupaya agar kaum perempuan bisa mandiri.
Kemandirian tersebut, bisa memberikan perempuan kebebasan untuk mengambil keputusan terbaik bagi diri sendiri, termasuk keberanian untuk pergi dari hubungan yang merugikan atau tidak sehat.
Secara ekonomi, ketika perempuan mandiri akan mampu mencukupi kebutuhan dan menyelesaikan masalah sendiri sehingga meningkatkan harga diri, membuat perempuan lebih dihargai, serta diakui potensinya di lingkungan sosial.
Kepala DP2KBP3A KBB, Akhmad Panji Hernawan mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan agar perempuan bisa mandiri dengan menggelar pelatihan kewirausahaan dan kemandirian ekonomi berbasis keterampilan digital, beberapa waktu lalu.
Hal tersebut dilakukan sebagai upaya pembangunan inklusif yang menempatkan perempuan menjadi sasaran utama menjadi penggerak ekonomi.
Menururnya, jumlah penduduk Kabupaten Bandung Barat pada 2026 mencapai 1,9 juta jiwa, dengan komposisi laki-laki 51 persen dan perempuan 49 persen serta laju pertumbuhan 1,37 persen.
“Angka ini menunjukkan betapa besarnya populasi perempuan yang berada dalam posisi krusial dan perlunya dukungan berkelanjutan,” kata Panji di Ngamprah, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan tersebut sambungnya sebagai bagian integral dari pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang mengacu pada Perda KBB nomor 3 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Program tersebut juga, selaras dengan pembangunan daerah dalam program Amanah yang mencakup pemberantasan kemiskinan dan zero new stunting,
Program tersebut sebagai salah satu upaya untuk mendorong pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dalam pembangunan.
“Pemda berkomitmen memastikan setiap alokasi anggaran benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara inklusif. Perempuan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus menjadi aktor utama penggerak ekonomi lokal,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui DP2KBP3A dengan sektor korporasi PT Telkom Indonesia serta akademisi dari Telkom University.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menjadi katalis percepatan pembangunan ekonomi lokal yang responsif gender.
“Kami menyadari perempuan sering menghadapi berbagai tantangan hidup. Namun di balik itu, terdapat kekuatan dan resiliensi luar biasa. Perempuan adalah tiang penyangga keluarga yang memiliki potensi besar untuk mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Pelatihan tersebut akan berlangsung selama tiga haei dengan berbagai materi strategis yang bertujuan membekali peserta dengan kemampun praktis.
Adapun materi yang diberikan dalam kegiatan tersebut seperti, mindset kewirausahaan, digital marketing hingga keterampilan teknis seperti pengolahan kuliner, kriya, fashion, dan pemanfaatan teknologi serta artificial intelligence (AI).
“Program ini tidak sekadar formalitas. Kami ingin memberikan alat dan keterampilan konkret agar para peserta mampu berdikari. Tujuannya jelas, memutus rantai ketergantungan ekonomi dan kemiskinan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia perempuan,” kata Panji.
Ia juga mendorong para peserta untuk memanfaatkan pelatihan ini sebagai momentum perubahan. Dengan dukungan tenaga ahli dari Telkom University dan teknologi dari Telkom Indonesia, peserta diharapkan mampu bertransformasi menjadi pelaku usaha rumah tangga yang tangguh dan melek digital.
“Jangan pernah ragu atau merasa tidak mampu. Dengan bimbingan yang tepat, saya yakin ibu-ibu bisa berkembang menjadi pelaku usaha yang mandiri,” ujarnya.
Panji menegaskan, pemerintah daerah akan terus hadir melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan guna mendorong kesetaraan gender serta meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kabupaten Bandung Barat.
“Dengan semangat pembangunan ‘Amanah’ dan ‘Wibawa Mukti Kerta Raharja’, kami berkomitmen mendampingi masyarakat, khususnya perempuan, agar mampu berdaya dan berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ucapnya.***
